Hello ketemu lagi diacaraaaaa
Halah -_- hahaha
Ga banyak-banyak ngomong, langsung aja, ini part terakhir dari Belajar IP Address dan Subnetting Part-1 dan Belajar IP Address dan Subnetting Part-2.
Halah -_- hahaha
Ga banyak-banyak ngomong, langsung aja, ini part terakhir dari Belajar IP Address dan Subnetting Part-1 dan Belajar IP Address dan Subnetting Part-2.
Network Address dan Broadcast Address
Ada beberapa jenis IP
address :
- Host address, IP address
yang dapat di assign ke perangkat jaringan seperti komputer atau router.
- Network address, IP address
yang menunjukkan alamat sebuah network
- Semua host
dalam satu network memiliki network address yang sama
- Network address
ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 0.
- IP address ini tidak dapat di assign ke perangkat jaringan.
- Broadcast
address,
jenis IP address yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang ada
dalam satu network.
- Broadcast address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 1.
Prefix-length adalah 24, maka :
- Jumlah bit network-portion =
24.
- Jumlah bit host-portion =
8.
172
|
16
|
4
|
1
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
Untuk mendapatkan :
- Network address
: ubah semua bit dalam host-portion menjadi
bernilai 0.
- Broadcast
address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi
bernilai 1.
susunan bit awal
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
susunan bit network
addres
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
00000000
|
dotted-decimal network
address
|
172
|
16
|
4
|
0
|
Kita dapatkan network
address-nya adalah 172.16.4.0/24.
susunan bit awal
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
susunan bit broadcast
address
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
11111111
|
dotted-decimal broadcast
address
|
172
|
16
|
4
|
255
|
Kita dapatkan broadcast
address-nya adalah 172.16.4.255/24.
Contoh
lagi, tentukan network
address dan broadcast address dari komputer dengan IP172.16.4.71/26?
Prefix-length adalah 26, maka :
- Jumlah bit network-portion = 26.
- Jumlah bit host-portion =
6.
172
|
16
|
4
|
1
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
Untuk mendapatkan :
- Network address
: ubah semua bit dalam host-portion menjadi
bernilai 0.
- Broadcast
address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi
bernilai 1.
susunan bit awal
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
susunan bit network
addres
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000000
|
dotted-decimal network
address
|
172
|
16
|
4
|
64
|
Kita dapatkan network
address-nya adalah 172.16.4.64/24.
susunan bit awal
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01000111
|
susunan bit broadcast
address
|
10101100
|
00010000
|
00000100
|
01111111
|
dotted-decimal broadcast
address
|
172
|
16
|
4
|
127
|
Kita dapatkan broadcast
address-nya adalah 172.16.4.127/24.
Valid Range IP address dan Total IP Valid
Bagaimana cara
mengidentifikasi siapa saja yang termasuk kedalam anggota sebuah network?
Berapa sajakah IP address yang termasuk dalam sebuah network?
Jika network
address dan broadcast address dari sebuah network
sudah bisa ditentukan, maka menentukan siapa saja anggota network tersebut
adalah hal yang mudah. Valid range IP address adalah semua IP address yang
berada diantara network address dan broadcast addrdess, dengan kata lain:
Valid
range IP address = network address
+ 1 s/d broadcast address – 1.
Misalnya sebuah
address 192.168.52.130/25 dengan cara diatas dapat kita
tentukan bahwa address tersebut memiliki :
- Network
address: 192.168.52.128
- Broadcast
address : 192.168.52.225
- Valid Range address
: 192.168.52.129 s/d 192.168.52.224
Dapat kita simpulkan
bahwa dalam sebuah network, valid range IP addressnya adalah semua IP kecuali
network address dan broadcast addressnya. Jika kita hitung, maka total host
valid address nya adalah semua IP dalam network dikurangi 2, network address
dan broadcast address. Formula untuk menghitung jumlah total valid IP dalam
sebuah network adalah :
Total IP Valid = 2H – 2, dimana H adalah jumlah bit
host.
Unicast, Broadcast, dan Multicast
Dalam TCP/IP, dikenal 3
tipe komunikasi :
- Unicast
- Broadcast
- Multicast
Pada komunikasi unicast,
komunikasi terjadi satu ke satu, satu pengirim dan satu penerima.
Pada komunikasi broadcast,
komputer mengirimkan data kepada semua host dalam sebuah network menggunakan broadcast
address network tersebut sebagai tujuan.
Biasanya paket broadcast terbatas pada satu network lokal yang
sama dengan pengirim (limited broadcast), Paket limited broadcast selalu menggunakan 255.255.255.255 sebagai IP address yang dituju.
Akan tetapi, ada juga paket broadcast yang ditujukan kepada semua
host dalam network lain (directed broadcast), Paket ini selalu menggunakan broadcast address network
tujuan sebagai destination addressnya.
Komunikasi multicast
mengirimkan paket dari satu host ke sekelompok host tertentu
anggota multicast group yang diwakili oleh IP address multicast. Komunikasi
multicast di desain untuk menghemat penggunaan bandwidth. Contoh komunikasi
multicast adalah video/audio live streaming dan pertukaran update routing pada
beberapa protokol routing.
Host/komputer yang ingin menerima data multicast harus mendaftar (subscribe) untuk menjadi anggota multicast group yang
dimaksud. Setiap multicast group diwakili oleh sebuah IP address khusus untuk
multicast. Range IP yang digunakan untuk trafik multicast adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255.
IP address Private
Sebagian besar IP
address yang ada merupakan IP address publik yang di desain untuk komunikasi
network yang dapat terhubung ke Internet. IP address public bersifat unik,
hanya dapat di pakai oleh satu mesin/perangkat di dalam Internet.
Namun, ada beberapa blok IP address private yang digunakan untuk network dengan keperluan
terbatas, network yang tidak terhubung ke Internet. IP address private bisa
dipakai oleh siapapun, hanya saja network yang menggunakan IP address
private tidak bisa dan tidak boleh terhubung ke internet secara langsung.
Berikut adalah blok-blok
IP address private tersebut :
10.0.0.0/8
|
10.0.0.0 – 10.255.255.255
|
172.16.0.0/12
|
172.16.0.0 – 172.31.255.255
|
192.168.0.0/16
|
192.168.0.0 – 192.168.255.255
|
Komputer – komputer di dalam network yang menggunakan IP address
private tidak bisa bebas mengakses Internet secara langsung, diperlukan sebuah
teknologi yang disebut Network Address Translation (NAT) untuk ‘mengakali‘-nya.
IP Address tak Terpakai
Selain network address
dan broadcast address, ada beberapa jenis IP address lain yang tidak dapat kita
gunakan sebagai IP address komputer atau perangkat jaringan yang lain :
- Default route (0.0.0.0).
- Loopback (127.0.0.0/8),
IP yang digunakan oleh mesin untuk mengirim paket ke mesin itu sendiri.
- Link-local (169.254.0.0/16),
Biasanya otomatis di assign ke host oleh OS ketika tidak tersedia
konfigurasi IP atau gagal request DHCP.
Kelas IP Address
IP address dikelompokkan menjadi 5 kelas, A,B,C,D, dan E.
Pengalamatan network dengan menggunakan blok IP address dengan nilai prefix-length default
disebut classful addressing.
Kelas
|
Nilai Oktet Pertama
|
Network (N) dan Host
(H)
|
Subnet mask
|
Prefix-length
|
Total IP per network
|
A
|
1 –
127
|
N.H.H.H
|
255.0.0.0
|
/8
|
224 – 2 =
16.777.214
|
B
|
128 – 191
|
N.N.H.H
|
255.255.0.0
|
/16
|
216 – 2 = 65.534
|
C
|
192 – 223
|
N.N.N.H
|
255.255.255.0
|
/24
|
28 – 2 = 254
|
D
|
224 – 239
|
(Multicast)
|
-
|
-
|
-
|
E
|
240 – 255
|
(Experimental)
|
-
|
-
|
-
|
Pada kenyataannya, sistem pengalamatan yang sering dipakai di
lapangan adalah classless addressing, dimana nilai prefix-length pada
blok IP address yang digunakan dalam network disesuaikan dengan jumlah anggota
host yang dibutuhkan.
Subnetting
Jika kita menggunakan classful addressing, maka satu buah network kelas A dapat menampung total jumlah host
sebanyak 16.777.214 host, dan kelas B dapat menampung host sebanyak 65,534
host.
Desain network seperti
ini sangat tidak efisien. Misalkan untuk network dengan jumlah komputer 100
buah, maka menggunakan IP kelas B akan ada 65,434 IP yang tidak
terpakai. Solusinya, kita bisa memecah sekumpulan blok IP address sebuah
network menjadi beberapa kelompok blok IP yang lebih kecil yang disebut
sub-network (subnet).
Subnetting dapat
dilakukan dengan cara meminjam beberapa bit dari host-portion untuk
kemudian dijadikan sebagai tambahan bit network-portion. Misalnya,
network dengan prefix /24 dapat kita subnetting menjadi subnet ber-prefix /25
atau /26 dan seterusnya. Semakin banyak bit host yang dipinjam semakin banyak
subnet yang dihasilkan dan semakin sedikit jumlah host tiap subnetnya.
Untuk setiap bit yang dipinjam dapat menggandakan jumlah subnet
dengan ukuran yang sama, Rumus untuk menghitung jumlah subnet yang dihasilkan
adalah 2n, dengan n adalah banyaknya bit yang dipinjam (bit subnet).
Penentuan network
address tiap subnet yang dihasilkan dapat dilakukan dengan cara menghitung
bilangan kelipatan terlebih dahulu menggunakan tabel berikut
Setelah ketemu bilangan
kelipatannya, maka network address dari setiap subnet bisa diperoleh dengan
mengoperasikan bilangan kelipatan tersebut pada oktet dimana terjadi
subnetting.
Contoh, sebuah network kelas C 192.168.1.0/24 disubnet
menjadi /26. Bit ke 26 berada pada oktet ke-4, berarti subnetting terjadi pada
octet ke-4. Prefix /26 menunjukkan bahwa bit subnetnya adalah 2, yang berarti
bilangan kelipatannya adalah 64. Network address setiap subnet bisa
kita peroleh dengan mengoperasikan kelipatan 128 pada octet ke-4 (0, 64, 128,
dan 192). Hasilnya :
- 192.168.1.0/26
- 192.168.1.64/26
- 192.168.1.128/26
- 192.168.1.192/26
Created by Mr.
Febrianto







No comments:
Post a Comment