Creepeek®. Powered by Blogger.

Belajar IP Address dan Subnetting Final Part

Sunday, December 15, 2013

Hello ketemu lagi diacaraaaaa
Halah -_- hahaha
Ga banyak-banyak ngomong, langsung aja, ini part terakhir dari Belajar IP Address dan Subnetting Part-1 dan Belajar IP Address dan Subnetting Part-2.

Network Address dan Broadcast Address
Ada beberapa jenis IP address :
  • Host address, IP address yang dapat di assign ke perangkat jaringan seperti komputer atau router.
  • Network address, IP address yang menunjukkan alamat sebuah network
    • Semua host dalam satu network memiliki network address yang sama
    • Network address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 0.
    • IP address ini tidak dapat di assign ke perangkat jaringan.
  • Broadcast address, jenis IP address yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang ada dalam satu network.
    • Broadcast address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 1.


Contoh, berapakah network address dan broadcast address dari komputer dengan IP 172.16.4.71/24?
Prefix-length adalah 24, maka :
  • Jumlah bit network-portion = 24.
  • Jumlah bit host-portion = 8.
172
16
4
1
10101100
00010000
00000100
01000111
Untuk mendapatkan :
  • Network address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 0.
  • Broadcast address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 1.
susunan bit awal
10101100
00010000
00000100
01000111
susunan bit network addres
10101100
00010000
00000100
00000000
dotted-decimal network address
172
16
4
0
Kita dapatkan network address-nya adalah 172.16.4.0/24.
susunan bit awal
10101100
00010000
00000100
01000111
susunan bit broadcast address
10101100
00010000
00000100
11111111
dotted-decimal broadcast address
172
16
4
255
Kita dapatkan broadcast address-nya adalah 172.16.4.255/24.
Contoh lagi, tentukan network address dan broadcast address dari komputer dengan IP172.16.4.71/26?
Prefix-length adalah 26, maka :
  • Jumlah bit network-portion = 26.
  • Jumlah bit host-portion = 6.
172
16
4
1
10101100
00010000
00000100
01000111
Untuk mendapatkan :
  • Network address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 0.
  • Broadcast address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 1.
susunan bit awal
10101100
00010000
00000100
01000111
susunan bit network addres
10101100
00010000
00000100
01000000
dotted-decimal network address
172
16
4
64
Kita dapatkan network address-nya adalah 172.16.4.64/24.
susunan bit awal
10101100
00010000
00000100
01000111
susunan bit broadcast address
10101100
00010000
00000100
01111111
dotted-decimal broadcast address
172
16
4
127
Kita dapatkan broadcast address-nya adalah 172.16.4.127/24.
Valid Range IP address dan Total IP Valid
Bagaimana cara mengidentifikasi siapa saja yang termasuk kedalam anggota sebuah network? Berapa sajakah IP address yang termasuk dalam sebuah network?
Jika network address dan broadcast address dari sebuah network sudah bisa ditentukan, maka menentukan siapa saja anggota network tersebut adalah hal yang mudah. Valid range IP address adalah semua IP address yang berada diantara network address dan broadcast addrdess, dengan kata lain:
Valid range IP address = network address + 1 s/d broadcast address – 1.
Misalnya sebuah address 192.168.52.130/25 dengan cara diatas dapat kita tentukan bahwa address tersebut memiliki :
  • Network address: 192.168.52.128
  • Broadcast address : 192.168.52.225
  • Valid Range address : 192.168.52.129 s/d 192.168.52.224
Dapat kita simpulkan bahwa dalam sebuah network, valid range IP addressnya adalah semua IP kecuali network address dan broadcast addressnya. Jika kita hitung, maka total host valid address nya adalah semua IP dalam network dikurangi 2, network address dan broadcast address. Formula untuk menghitung jumlah total valid IP dalam sebuah network adalah :
Total IP Valid = 2H – 2, dimana H adalah jumlah bit host.
Unicast, Broadcast, dan Multicast
Dalam TCP/IP, dikenal 3 tipe komunikasi :
  • Unicast
  • Broadcast
  • Multicast
Pada komunikasi unicast, komunikasi terjadi satu ke satu, satu pengirim dan satu penerima.

Pada komunikasi broadcast, komputer mengirimkan data kepada semua host dalam sebuah network menggunakan broadcast address network tersebut sebagai tujuan.
Biasanya paket broadcast terbatas pada satu network lokal yang sama dengan pengirim (limited broadcast), Paket limited broadcast selalu menggunakan 255.255.255.255 sebagai IP address yang dituju.


Akan tetapi, ada juga paket broadcast yang ditujukan kepada semua host dalam network lain (directed broadcast), Paket ini selalu menggunakan broadcast address network tujuan sebagai destination addressnya.


Komunikasi multicast mengirimkan paket dari satu host ke sekelompok host tertentu anggota multicast group yang diwakili oleh IP address multicast. Komunikasi multicast di desain untuk menghemat penggunaan bandwidth. Contoh komunikasi multicast adalah video/audio live streaming dan pertukaran update routing pada beberapa protokol routing.
Host/komputer yang ingin menerima data multicast harus mendaftar (subscribe) untuk menjadi anggota multicast group yang dimaksud. Setiap multicast group diwakili oleh sebuah IP address khusus untuk multicast. Range IP yang digunakan untuk trafik multicast adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255.

IP address Private
Sebagian besar IP address yang ada merupakan IP address publik yang di desain untuk komunikasi network yang dapat terhubung ke Internet. IP address public bersifat unik, hanya dapat di pakai oleh satu mesin/perangkat di dalam Internet.
Namun, ada beberapa blok IP address private yang digunakan untuk network dengan keperluan terbatas, network yang tidak terhubung ke Internet. IP address private bisa dipakai oleh siapapun, hanya saja network yang menggunakan IP address private tidak bisa dan tidak boleh terhubung ke internet secara langsung.
Berikut adalah blok-blok IP address private tersebut :
10.0.0.0/8
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0/12
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0/16
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Komputer – komputer di dalam network yang menggunakan IP address private tidak bisa bebas mengakses Internet secara langsung, diperlukan sebuah teknologi yang disebut Network Address Translation (NAT) untuk ‘mengakali‘-nya.
IP Address tak Terpakai
Selain network address dan broadcast address, ada beberapa jenis IP address lain yang tidak dapat kita gunakan sebagai IP address komputer atau perangkat jaringan yang lain :
  • Default route (0.0.0.0).
  • Loopback (127.0.0.0/8), IP yang digunakan oleh mesin untuk mengirim paket ke mesin itu sendiri.
  • Link-local (169.254.0.0/16), Biasanya otomatis di assign ke host oleh OS ketika tidak tersedia konfigurasi IP atau gagal request DHCP.
Kelas IP Address
IP address dikelompokkan menjadi 5 kelas, A,B,C,D, dan E. Pengalamatan network dengan menggunakan blok IP address dengan nilai prefix-length default disebut classful addressing.
Kelas
Nilai Oktet Pertama
Network (N) dan Host (H)
Subnet mask
Prefix-length
Total IP per network
A        
        1 – 127
             N.H.H.H
   255.0.0.0
       /8
224 – 2 = 16.777.214
B
     128 – 191
             N.N.H.H
 255.255.0.0
       /16
216 – 2 = 65.534
C
     192 – 223
             N.N.N.H
255.255.255.0
       /24
28 – 2 = 254
     224 – 239
           (Multicast)
        -
         -
             -
E
     240 – 255
        (Experimental)
        -
         -
             -


Pada kenyataannya, sistem pengalamatan yang sering dipakai di lapangan adalah classless addressing, dimana nilai prefix-length pada blok IP address yang digunakan dalam network disesuaikan dengan jumlah anggota host yang dibutuhkan.
Subnetting
Jika kita menggunakan classful addressing, maka satu buah network kelas A dapat menampung total jumlah host sebanyak 16.777.214 host, dan kelas B dapat menampung host sebanyak 65,534 host.
Desain network seperti ini sangat tidak efisien. Misalkan untuk network dengan jumlah komputer 100 buah, maka menggunakan IP kelas B akan ada 65,434 IP yang tidak terpakai. Solusinya, kita bisa memecah sekumpulan blok IP address sebuah network menjadi beberapa kelompok blok IP yang lebih kecil yang disebut sub-network (subnet).

Subnetting dapat dilakukan dengan cara meminjam beberapa bit dari host-portion untuk kemudian dijadikan sebagai tambahan bit network-portion. Misalnya, network dengan prefix /24 dapat kita subnetting menjadi subnet ber-prefix /25 atau /26 dan seterusnya. Semakin banyak bit host yang dipinjam semakin banyak subnet yang dihasilkan dan semakin sedikit jumlah host tiap subnetnya.
Untuk setiap bit yang dipinjam dapat menggandakan jumlah subnet dengan ukuran yang sama, Rumus untuk menghitung jumlah subnet yang dihasilkan adalah 2n, dengan n adalah banyaknya bit yang dipinjam (bit subnet).



Penentuan network address tiap subnet yang dihasilkan dapat dilakukan dengan cara menghitung bilangan kelipatan terlebih dahulu menggunakan tabel berikut


Setelah ketemu bilangan kelipatannya, maka network address dari setiap subnet bisa diperoleh dengan mengoperasikan bilangan kelipatan tersebut pada oktet dimana terjadi subnetting.
Contoh, sebuah network kelas C 192.168.1.0/24 disubnet menjadi /26. Bit ke 26 berada pada oktet ke-4, berarti subnetting terjadi pada octet ke-4. Prefix /26 menunjukkan bahwa bit subnetnya adalah 2, yang berarti bilangan kelipatannya adalah 64. Network address setiap subnet bisa kita peroleh dengan mengoperasikan kelipatan 128 pada octet ke-4 (0, 64, 128, dan 192). Hasilnya :
  • 192.168.1.0/26
  • 192.168.1.64/26
  • 192.168.1.128/26
  • 192.168.1.192/26


Created by Mr. Febrianto

No comments:

Post a Comment

 

Cari Artikel Disini

Most Reading

Kategori