Creepeek®. Powered by Blogger.

Belajar IP Address dan Subnetting Part-1

Saturday, September 28, 2013

Oke mudah-mudahan para pembaca setia blog gua pada sehat walafiat semuanya, Aaaminnnnn.
Sorry banget nih yang nungguin posting-posting gua selanjutnya *GR banget gua hahaha :v Soalnya kemaren-kemaren gua sibuk banget *gaya banget :v
Udahlah daripada lama-lama basi, mendingan langsung ketopik, Belajar IP Address dan Subnetting Part-1, kenapa part 1? Gua juga ga tau kenapa hahaha
Becanda-becanda, jadi gini nih, gua bikin teori sendiri berdasarkan pengalaman gua sendiri, kalo kita baca sebuah posting dan panjang banget, kita bakalan naik turunin scroll mouse doang sambil liat ada gambar menarik apa gak, dan akhirnya males baca karna tulisannya itu panjang banget hahaha :D Oke opening untuk postingan ini gua anggep selesai. Sekarang kita langsung ketopik yang sesungguhnya, cekidot!

IP Address dan Subnetting
Setiap perangkat jaringan baik komputer, router, ataupun yang lain harus memiliki identitas dan menurut gua itu unik. Pada layer network, paket-paket komunikasi data memerlukan alamat pengirim dan alamat penerima dari kedua perangkat yang berkomunikasi. Dengan menggunakan IPv4, berarti setiap paket akan memiliki 32-bit address komputer pengirim dan 32-bit address komputer penerima dalam IP Header paket.


Format IP address


IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1. Misal :

11000000101010000000101000000001
32 – bit (32 kombinasi angka 0 dan 1)

32 bit angka tersebut dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih manusiawi yakni dalam format bilangan desimal. Caranya adalah dengan membagi angka 32 bit tersebut menjadi 4 bagian masing-masing 8 bit. Setiap bagian tadi disebut octet.

11000000
10101000
00001010
00000001
8 bit
8 bit
8 bit
8 bit

Kemudian untuk setiap 8 bit bilangan biner dapat kita konversi menjadi bilangan desimal, sehingga kita dapatkan 4 buah angka desimal. Cara mengkonversi bilangan biner menjadi bilangan desimal adalah dengan menggunakan tabel berikut ini :

Nilai dalam desimal
128
64
32
16
8
4
2
1
Bit
ke-1
ke-2
ke-3
ke-4
ke-5
ke-6
ke-7
ke-8

Yang berarti :
1.     bit ke – 1 bernilai 128
2.     bit ke – 2 bernilai 64
3.     bit ke – 3 bernilai 32
4.     bit ke – 4 bernilai 16
5.     bit ke – 5 bernilai 8
6.     bit ke – 6 bernilai 4
7.     bit ke – 7 bernilai 2
8.     bit ke – 8 bernilai 1

Kalo belom ngerti cara mengkonversi bilangan biner kedesimal atau sebaliknya, baca posting gua sebelomnyaBilangan biner.
Misal, dengan menggunakan tabel diatas, 8 bit 11110000 ini dapat kita konversi menjadi bilangan desimal seperti berikut :
Nilai dalam desimal
128
64
32
16
8
4
2
1
Bit
1
1
1
1
0
0
0
0

Yang berarti nilai desimal dari angka 8 bit 11110000 tersebut adalah 128+64+32+16+0+0+0+0 = 240.

Contoh lagi, 8 bit 10101010 ini dapat kita konversi menjadi bilangan desimal seperti berikut :
Nilai dalam desimal
128
64 
32 
16 
8   
4   
  
1
Bit
1
0
1
0
1
0
1
0

Yang berarti nilai desimal dari 10101010 adalah 128+0+32+0+8+0+2+0 170.
Jadi, dengan metode yang sama, 32 bit angka biner berikut 11000000 10101000 00001010 00000001 dapat kita konversi menjadi bentuk decimal seperti ini :
11000000
10101000
00001010
00000001
192
168
10
1

Setelah kita dapatkan 4 angka desimal kita dapat menuliskannya secara berurutan dengan dipisahkan huruf titik (.) seperti ini 192.168.10.1.
Penulisan IP address dengan format diatas dikenal dengan sebutan dotted-decimal.

32-bit
11000000 10101000 00001010 00000001
Dotted-decimal
192.168.10.1

Oke tunggu untuk kelajutan atau par-2nya yah! Nanti tentang cara mencari atau membedakan Network ID (network-portion) dan Host ID (host-portion).

Oke bye bye.

No comments:

Post a Comment