Oke mudah-mudahan para
pembaca setia blog gua pada sehat walafiat semuanya, Aaaminnnnn.
Sorry banget nih yang
nungguin posting-posting gua selanjutnya *GR banget gua hahaha :v Soalnya
kemaren-kemaren gua sibuk banget *gaya banget :v
Udahlah daripada
lama-lama basi, mendingan langsung ketopik, Belajar IP Address dan
Subnetting Part-1, kenapa part 1? Gua juga ga tau kenapa hahaha
Becanda-becanda, jadi
gini nih, gua bikin teori sendiri berdasarkan pengalaman gua sendiri, kalo kita
baca sebuah posting dan panjang banget, kita bakalan naik turunin scroll mouse
doang sambil liat ada gambar menarik apa gak, dan akhirnya males baca karna
tulisannya itu panjang banget hahaha :D Oke opening untuk postingan ini gua anggep
selesai. Sekarang kita langsung ketopik yang sesungguhnya, cekidot!
IP
Address dan Subnetting
Setiap perangkat jaringan baik komputer, router, ataupun yang lain
harus memiliki identitas dan menurut gua itu unik. Pada layer network,
paket-paket komunikasi data memerlukan alamat pengirim dan alamat penerima dari
kedua perangkat yang berkomunikasi. Dengan menggunakan IPv4, berarti setiap
paket akan memiliki 32-bit address komputer pengirim dan 32-bit address
komputer penerima dalam IP Header paket.
Format IP address
IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun
atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1. Misal :
11000000101010000000101000000001
|
32 – bit (32 kombinasi
angka 0 dan 1)
|
32 bit angka tersebut dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih
manusiawi yakni dalam format bilangan desimal. Caranya adalah dengan membagi angka 32 bit tersebut menjadi 4
bagian masing-masing 8 bit. Setiap bagian tadi disebut octet.
11000000 |
10101000
|
00001010
|
00000001
|
8 bit
|
8 bit
|
8 bit
|
8 bit
|
Kemudian untuk setiap 8 bit bilangan biner dapat kita konversi menjadi bilangan desimal, sehingga kita dapatkan 4 buah angka desimal. Cara mengkonversi bilangan biner menjadi bilangan desimal adalah dengan menggunakan tabel berikut ini :
Nilai dalam desimal |
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Bit
|
ke-1
|
ke-2
|
ke-3
|
ke-4
|
ke-5
|
ke-6
|
ke-7
|
ke-8
|
Yang berarti :
1.
bit ke – 1 bernilai 128
2.
bit ke – 2 bernilai 64
3.
bit ke – 3 bernilai 32
4.
bit ke – 4 bernilai 16
5.
bit ke – 5 bernilai 8
6.
bit ke – 6 bernilai 4
7.
bit ke – 7 bernilai 2
8.
bit ke – 8 bernilai 1
Kalo belom ngerti cara mengkonversi bilangan biner kedesimal atau sebaliknya, baca posting gua sebelomnya. Bilangan biner.
Misal, dengan
menggunakan tabel diatas, 8 bit 11110000 ini dapat kita
konversi menjadi bilangan desimal seperti berikut :
Nilai dalam desimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Bit
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Yang berarti nilai desimal dari angka 8 bit 11110000 tersebut
adalah 128+64+32+16+0+0+0+0 = 240.
Contoh lagi, 8 bit 10101010 ini dapat kita konversi menjadi bilangan desimal
seperti berikut :
Nilai dalam desimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Bit
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
Yang berarti nilai desimal dari 10101010 adalah 128+0+32+0+8+0+2+0 = 170.
Jadi, dengan metode yang
sama, 32 bit angka biner berikut 11000000 10101000
00001010 00000001 dapat kita konversi menjadi bentuk decimal
seperti ini :
11000000
|
10101000
|
00001010
|
00000001
|
192
|
168
|
10
|
1
|
Setelah kita dapatkan 4
angka desimal kita dapat menuliskannya secara berurutan dengan dipisahkan huruf
titik (.) seperti ini 192.168.10.1.
Penulisan IP address dengan format diatas dikenal dengan sebutan dotted-decimal.
32-bit
|
11000000 10101000
00001010 00000001
|
Dotted-decimal
|
192.168.10.1
|
Oke tunggu untuk kelajutan atau par-2nya yah! Nanti
tentang cara mencari atau membedakan Network ID (network-portion) dan
Host ID (host-portion).
Oke bye bye.
No comments:
Post a Comment